Eliza Kewang Haruku
www.kewang-haruku.org
kalpataru
HOME SASI HARUKU PERATURAN SASI SASI IKAN LOMPA STRUKTUR ADAT
Related Link

Kewang Haruku

Create Your Badge
 
Web Counter
Free Counter
 
free counters
 

 

STRUKTUR MASYARAKAT ADAT HARUKU

Oleh : Eliza Kissya

Bagi mereka yang masih awam, bagian tentang struktur masyarakat adat di Haruku ini barangkali dapat membantu menjelaskan secara singkat latar belakang sosiologis mengenai peraturan adat sasi sebagai suatu sistem tradisi pengelolaan sumberdaya alam secara lestari di Haruku. Seperti juga halnya di pulau-pulau atau daerah lain Maluku pada umumnya, struktur masyarakat adat Haruku, pada hakekatnya, bertumpu pada ikatan hubungan-hubungan kekerabatan dalam suatu satuan wilayah petuanan (batas-batas tanah, hutan atau laut) yang menjadi milik bersama semua warga yang hidup di suatu negeri (pusat pemukiman, kampung atau desa). Para warga negeri tersebut umumnya masih memiliki hubungan-hubungan darah satu sama lain yang terbagi dalam beberapa kelompok soa (marga besar, clan) yang merupakan himpunan dari semua mata-rumah (keluarga besar, extended family) yang bermarga sama. Karena itu, struktur masyarakat adat di Maluku, dalam kenyataan sehari-harinya, sebenarnya lebih merupakan dasar pembagian fungsi (tugas) komunal belaka.
Secara garis-besar, struktur masyarakat adat Haruku dapat digambarkan sbb:

struktur adat

LATU-PATI; adalah Dewan Raja Pulau Haruku, yakni badan kerapatan adat antar para Raja seluruh Pulau Haruku. Tugas utama lembaga ini adalah mengadakan pertemuan apabila ada keretakan antar negeri (kampung/desa) mengenai batas-batas tanah atau hal-hal lain yang dianggap sangat penting. Tetapi, para Raja ini tidak boleh memaksakan kehendaknya sendiri dan harus mengambil keputusan atas dasar asas kebersamaan dan dengan cara damai.

RAJA; adalah pucuk pimpinan pemerintahan negeri (pimpinan masyarakat adat). Tugas-tugas utamanya adalah:
(a) menjalankan roda pemerintahan negeri;
(b) memimpin pertemuan-pertemuan dengan tokohtokoh adat & tokoh-tokoh masyarakat;
(c) melaksanakan sidang pemerintahan negeri;
(d) menyusun program pembangunan negeri.

SANIRI BESAR; adalah Lembaga Musyawarah Adat Negeri, terdiri dari staf pemerintahan negeri, para tetua adat dan tokoh-tokoh masyarakat. Tugas utamanya adalah sewaktu-waktu mengadakan pertemuan atau persidangan adat lengkap kalau dianggap perlu dengan para anggotanya (tokoh adat dan tokoh masyarakat).

KEWANG; adalah lembaga adat yang dikuasakan sebagai pengelola sumberdaya alam dan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai pengawas pelaksanaan aturan-aturan atau disiplin adat dalam masyarakat. Tugas-tugas utamanya adalah:
(a) menyelenggarakan sidang adat sekali seminggu (pada hari Jumat malam);
(b) mengatur kehidupan perekonomian masyarakat;
(c) mengamankan pelaksanaan peraturan sasi;
(d) memberikan sanksi kepada yang melanggar peraturan Sasi Negeri;
(e) meninjau batas-batas tanah dengan desa atau negeri tetangga;
(f) menjaga sertamelindungi semua sumberdaya alam, baik di laut, kali dan hutan sebelum waktu buka sasi;
(g) melaporkan hal-hal yang tidak dapat terselesaikan pada sidang adat (Kewang) kepada Raja dan meminta agar disidangkan dalam Sidang Saniri Besar.

KEWANG

SANIRI NEGERI; adalah Badan Musyawarah Adat tingkat negeri yang terdiri dari perutusan setiap soa yang duduk dalam pemerintahan negeri. Tugas utamanya adalah:
(a) membantu menyusun dan melaksanakan program kerja pemerintah negeri;
(b) hadir dalam sidang-sidang pemerintahan negeri;
(c) membantu Kepala Soa dalam melaksanakan pekerjaan negeri yang ditugaskan kepada soa.

KAPITANG; adalah Panglima Perang Negeri. Tugas utamanya adalah mengatur strategi dan memimpin perang pada saat ada perang.

TUAN TANAH; adalah kuasa pengatur hak-hak tanah petuanan negeri. Tugas utamanya adalah mengatur dan menyelesaikan masalah-masalah dengan desadesa tetangga yang menyangkut batas-batas tanah serta sengketa tanah petunanan yang terjadi dalam masyarakat.

KEPALA SOA; adalah pemimpin tiap soa yang dipilih oleh soa masing-masing untuk duduk dalam staf pemerintahan negeri. Tugas-tugas utamanya adalah:
(a) membantu menjalankan tugas pemerintahan negeri apabila Raja tidak berada di tempat;
(b) memimpin pekerjaan negeri yang dilaksanakan oleh soa;
(c) sebagai wakil soa yang duduk dalam badan pemerintahan negeri; dan
(d) menangani acara-acara adat perkawinan dan kematian.

SOA; adalah kumpulan beberapa marga (clan) yang menjalankan tugas:
(a) melaksanakan pekerjaan negeri bila ada titah (perintah) dari Raja melalui Kepala Soa masingmasing;
(b) membantu Kepala Soa menangani dan mempersiapkan semua keperluan bagi keluarga keluarga anggota soa dalam upacara-upacara perkawinan dan kematian.

MARINYO; adalah pesuruh/pembantu Raja, sebagai penyampai berita dan titah melalui tabaos (pembacaan maklumat) di seluruh negeri kepada seluruh warga masyarakat.

 

video

 

 

 

Artikel Terkait :

 

 


Conservation is the management, protection, and wise use of natural resources. Natural resources include all the things that help support life, such as sunlight, water, soil, and minerals. Plants and animals are also natural resources. The earth has limited supplies of many natural resources. Our use of these resources keeps increasing as the population grows and our standard of living rises. Conservationists work to ensure that the environment can continue to provide for human needs. Without conservation, most of the earth's resources would be wasted, degraded, or destroyed. Conservation includes a wide variety of activities. Conservationists work to keep farmlands productive. conservation They manage forests to supply timber, to shelter wildlife, and to provide people with recreational opportunities. They work to save wilderness areas and wildlife from human destruction. They try to find ways to develop and use mineral resources without damaging the environment. Conservationists also seek safe, dependable ways to help meet the world's energy needs. In addition, they work to improve city life by seeking solutions to air pollution, waste disposal, and urban decay. Conservationists sometimes divide natural resources into four groups: (1) inexhaustible resources, (2) renewable resources, (3) nonrenewable resources, and (4) recyclable resources. Inexhaustible resources, such as sunlight, cannot be used up. Conservation experts consider water an inexhaustible resource because the earth will always have the same amount of water. But water supplies vary from one area to another, and some areas have shortages of clean, fresh water. The supplies of salt and some other minerals are so abundant that they are not likely to be used up. Renewable resources can be used and replaced. They include plants and animals, which reproduce and so replace themselves. Most renewable resources cannot be stored for future use. For example, old trees rot and become useless for timber if they are not cut down, though rotting trees can serve such important purposes as providing habitat for wildlife. In addition, because most renewable resources are living things, they interact with one another. Thus, the use of one such resource affects others. For example, cutting down trees affects many plants and animals, as well as soil and water resources. Soil may be considered a renewable resource because crops can be grown on the same land for years if the soil is cared for properly. But if the soil is allowed to wash or blow away, it can only be replaced over hundreds of years. Nonrenewable resources, such as coal, iron, and petroleum, cannot be replaced. They take thousands or millions of years to form. People deplete supplies of these resources faster than new supplies can form. We can store most nonrenewable resources for future use. Mining companies sometimes leave minerals in the ground to save them for the future. Little interaction occurs among most nonrenewable resources, so using one nonrenewable resource has little effect on another. Recyclable resources, such as aluminum and copper, can be used more than once. For example, aluminum can be used to make containers and then be reprocessed and reused. People have practiced some kinds of conservation for hundreds of years. As a popular movement, however, conservation began in the United States during the early 1900's. The word conservation was probably first used by Gifford Pinchot, head of the U.S. Forest Service during President Theodore Roosevelt's administration. The term comes from two Latin words-servare, which means to keep or to guard, and con, which means together. During the early 1900's, American conservationists worked chiefly to preserve the nation's forests and wildlife. Today, conservationists work in many fields, including forestry, geology, range ecology, soil science, wildlife biology, and urban planning. Conservationists are also called environmentalists. One of the most difficult challenges of conservation is to reconcile two, sometimes conflicting, goals-(1) to protect the environment and (2) to maintain or increase agricultural and industrial production. For example, the agricultural use of some chemical fertilizers and pesticides pollutes the environment but also greatly increases crop yields. Thus, most farmers do not want to stop using these chemicals, even though it would be best for the environment. Only the combined efforts of many people can solve such problems. Business leaders, government officials, scientists, and individuals must all work together to conserve natural resources.

KEWANG HARUKU - DESA HARUKU
KABUPATEN MALUKU TENGAH - PROVINSI MALUKU - INDONESIA
WEBSITE : www.kewang-haruku.org EMAIL : kewangharuku@gmail.com
TELP. +6285243460984 (Eliza Kissya)
designed by irwantoshut.net